Wednesday, 5 October 2011

cacar-cacar pergilah. datang lagi lain hari. eh, jangan datang lagi deh



30 september 2011, Sore itu aku menonton drama korea favoritku, lalu aku merasakan adanya sebuah bintik didekat leherku. kontan saja aku langsung tersentak kaget dan berlari sekuat tenaga ke depan kaca dikamarku. Kuperhatikan secara mendalam bintik tersebut dari pantulan kaca, tampak seperti sebuah bintik cacar air...

Lalu aku panik dan berputar2 didalam kamarku. Kulihat ada adikku, adikku yang sudah mengalami cacar waktu masa kecilnya pasti berpengalaman dengan bentuk cacar. Dia yang lagi asik ngaskus langsung aku ajukan sebuah pertanyaan untuk memastikan kalau bintik itu adalah cacar, "DE INI CACAR BUKAN?" kataku sambil menunjuk bintik yang tadi. Kemudian dengan lantang nya dia bilang IYA sambil jogetjoget dibarengin dengan nyanyian "wayoloo kena cacar" . nasip -.-

Dengan pikiranku yang penuh dengan kata "cacar" aku menelpon kiki, selama pembicaraan ditelepon aku ngambek. NGAMBEEK, karena dia yang menularkan akuuu . Semua hal yang salah selama aku kena cacar, itu berarti salah kiki. contohnya begini:
Aku ga masuk kuliah, itu salah kiki.
Aku ga ngerjain tugas, itu salah kiki
Aku ga ikut field trip, itu salah kiki.
Monitor komputer aku rusak, itu salah kiki.
Karena semuanya bisa aku lakuin kalo aku ga kena cacar. Dan yang menularkan kiki, jadi semuanya salah kiki. Begitulah pemikiranku saat ditelepon. Pendek memang.

Hari ini sudah hari ke-5. Ingin rasanya aku menamai mereka semua . Mona, lisa, Thomas, Alfa, Edison, Wright, Bersaudara, dan lain lain..

cepat pergi ya cacar-cacar.
love, anis

1 comment:

  1. nis, liat desain template blogger ini deh. desainnya nganis banget. haha http://www.giselejaquenod.com.ar/blog/wp-content/uploads/2008/01/birdies-good-life-big020109.jpg

    ReplyDelete